Untuk menuntaskan kasus pembunuhan Bendahara DPKD Wajo Hasdawati, Polres Wajo akan mendatangkan mesin deteksi kebohongan (lie detector). Alat tersebut untuk menguji keterangan yang diberikan tersangka dan para saksi yang saat ini sedang diperiksa. Rencananya Selasa, mesin deteksi ini akan tiba karena alibi saksi yang diperiksa itu rata-rata ada perbedaan waktu,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wajo AKBP Bambang Irawan kepada media, kemarin. Ketua tim khusus pengungkapan kasus Hasdawati, Rijal, mengatakan, ada satu saksi berinisial AS yang keterangannya tidak sesuai dengan keterangan saksi lain dan faktafakta yang telah didapat penyidik.“ Ada satu orang yang diduga melakukan kebohongan,” ujar dia.
Dia menyatakan, keterangan saksi lain yang didukung fakta menyebutkan bahwa Hasdawati keluar rumah sekitar pukul 13.00 Wita. Sementara saksi AS mengatakan, Hasdawati keluar sekitar pukul 15.00 Wita. Paman korban Hasdawati, Edi Prekendes, berharap Kapolres Wajo AKBP Bambang Irawan yang menggantikan AKBP Nanang Purnomo, mampu mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Besar harapan kami kasus ini bisa terungkap secepatnya,” tandas Edi Prekendes. Sementara itu, Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Wajo, pada Rabu (21/3), mengaspirasikan pengungkapan kasus pembunuhan Hasdawati di DPR RI. Kasus ini hampir tiga tahun belum juga ada kejelasan. Kami bertemu Akbar Faizal, Kabareskrim Mabes Polri, dan mengantar tembusan ke Komnas HAM, Kejaksaan Agung, dan Kontras untuk menuntut penuntasan kasus Hasdawati,” papar A Fajar Asmari, salah satu pendiri KRB Wajo, kemarin.
READ MORE ->
kasus Pembunuhan Bendahara DPKD Wajo Hasdawati
Dia menyatakan, keterangan saksi lain yang didukung fakta menyebutkan bahwa Hasdawati keluar rumah sekitar pukul 13.00 Wita. Sementara saksi AS mengatakan, Hasdawati keluar sekitar pukul 15.00 Wita. Paman korban Hasdawati, Edi Prekendes, berharap Kapolres Wajo AKBP Bambang Irawan yang menggantikan AKBP Nanang Purnomo, mampu mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Besar harapan kami kasus ini bisa terungkap secepatnya,” tandas Edi Prekendes. Sementara itu, Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Wajo, pada Rabu (21/3), mengaspirasikan pengungkapan kasus pembunuhan Hasdawati di DPR RI. Kasus ini hampir tiga tahun belum juga ada kejelasan. Kami bertemu Akbar Faizal, Kabareskrim Mabes Polri, dan mengantar tembusan ke Komnas HAM, Kejaksaan Agung, dan Kontras untuk menuntut penuntasan kasus Hasdawati,” papar A Fajar Asmari, salah satu pendiri KRB Wajo, kemarin.